Rss Feed
  1. Yamko Rambe Yamko di Berlin

    Kamis, 30 Mei 2013

    YAMKO RAMBE YAMKO

    Hee yamko rambe yamko
    Aronawa kombe
    Hee yamko rambe yamko
    Aronawa kombe

    Teemi nokibe kubano ko bombe ko
    Yu mano bungo awe ade
    Teemi nokibe kubano ko bombe ko
    Yu mano bungo awe ade

    Hongke hongke hongke riro
    Hongke jombe jombe riro
    Hongke hongke hongke riro
    Hongke jombe jombe riro

    Arti syair lagu :

    Hai jalan yang dicari sayang perjanjian
    Hai jalan yang dicari sayang perjanjian

    Sungguh pembunuhan di dalam negri
    sebagai bunga bangsa
    Sungguh pembunuhan di dalam negri
    sebagai bunga bangsa

    Bunga bangsa, bunga bangsa, bunga bangsa
    bunga bertaburan
    Bunga bangsa, bunga bangsa, bunga bertumbuh
    di taman pahlawan
    Bunga bangsa, bunga bangsa, bunga bangsa

    bunga bertaburan
    Bunga bangsa, bunga bangsa, bunga bertumbuh
    di taman pahlawan


    Makna lagu :

    Lagu Yamko Rambe Yamko adalah lagu yang bertemakan tentang peperangan. Walaupun tempo lagunya cepat dan terkesan riang, sebenarnya makna dari lagu ini cukup menyedihkan.
    Lagu ini menceritakan tentang sebuah pertikaian yang terjadi di dalam negeri. Di dalam  lagu ini, pelantun lagu ingin menjadi bunga bangsa. Bunga bangsa yang dimaksud adalah pahlawan yang rela berkorban, bahkan sampai mati, untuk mempertahankan negara Indonesia ini dari para penjajah.


    Yamko Rambe Yamko Mengalun di Berlin

    Berlin--Hee yamko rambe yamko aronawa kombe Teemi nokibe kubano ko bombe ko Yuma no bungo awe ade 

    Lagu dari daerah Papua ini mengalun diakhir acara peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia, pagi ini. Menyemangati sekitar 170-an peserta upacara. Yang menarik, lagu ini terdengar di Wisma Indonesia, Rudeloffweg 7, Steglitz Zehlend, Berlin, Jerman, 17 Agustus 2012.

    Lagu Yamko Rambe Yamko, menjadi lagu terakhir dari tiga lagu sebelumnya yaitu Tanah Airku, 17 Agustus, dan Bangun Pemudi-Pemuda yang diperdengarkan kelompok paduan suara dari Gereja Bethel Indonesia.

    Sang Dirigen, Gideon Rikhard Meosido, terlihat sangat menikmati saat-saat memandu sekitar 20 temannya menyanyikan empat lagu tersebut. Pelajar Indonesia di Berlin yang asli kelahiran Papua ini mengaku sangat senang menyanyikan lagu-lagu Indonesia di Berlin. 

    "Persiapannya hanya dua minggu, tapi syukurlah semua lagu yang dinyanyikan dengan baik,"ujarnya senang. Ia menambahkan "Saya bangga banget bisa jadi dirigen," kata dia.

    Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Federasi Jerman Eddy Pratomo mengatakan lagu tradisional seperti "Yamko Rambe Yamko" layak untuk terus diperdengarkan termasuk dalam acara peringatan 17-an. Karena, hal semacam ini termasuk salah satu cara untuk terus mengembangkan budaya dan seni Indonesia. 

    "Dicoba lagu-lagu yang merepresentasikan nasionalisme dan kedaerahannya jangan ditinggalkan," kata dia bersemangat.

    Acara peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia, digelar pukul 09.30 waktu Jerman. Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Duta Besar RI untuk Republik Federasi Jerman, Eddy Pratomo, dan Atase Pertahanan, Kolonel Fachri Adamy, sebagai komandan upacara. Bertugas sebagai komandan pengibar bendera adalah Diman Yohanes Renyaan, pelajar asal Maluku Tenggara.



    Sumber:



    #NaDaIndonesiaku
    |


  2. 0 komentar:

    Poskan Komentar